Nama : Muhammad Solihin
Kelas : 3KB06
NPM : 26113150
Budaya dan
bahasa daerah mempunyai peranan dan pengaruh terhadap bahasa yang akan
diperoleh seseorang pada tahapan berikutnya, khususnya bahasa formal atau resmi
yaitu bahasa Indonesia. Peran orang tua juga berpengaruh penting dalam berkembangnya
bahasa sehari hari pada anak, jika orang tua berasal dari dua suku dan latar
belakang bahasa yang berbeda, tentu perkembangan anak dalam berbahasa akan berpengaruh.
Hal ini dapat menimbulkan kebingungan bagi sang anak untuk memilih bahasa apa
yang akan digunakan. Akan tetapi tidak dapat dipungkiri bahwa keanekaragaman
budaya dan bahasa daerah merupakan keunikan tersendiri bagi bangsa Indonesia
dan merupakan kekayaan yang harus dilestarikan.
Maka dari
itu, Bahasa Daerah merupakan Bahasa yang unik dan menandakan bahwa budaya masih
sangat berdampak pada masyarakat Indonesia. Biasanya orang yang merantau ke
daerah tertentu akan terbawa bahasa sekitar, contohnya Randi adalah Mahasiswa
IPB, dalam sehari harinya, teman-teman di kampusnya menggunakan bahasa sunda,
otomatis Randi akan bisa atau setidaknya paham bahasa Sunda tersebut. Selain
agar bisa berkomunikasi dengan lancar, juga agar tercipta suasana yang nyaman.
Beberapa kata dari bahasa daerah juga diserap menjadi Bahasa Indonesia yang
baku, antara lain kata nyeri (Sunda).
Dampak-Dampaknya
ialah :
Dampak Positif :
- Bahasa Indonesia memiliki banyak kosakata.
- Sebagai kekayaan budaya bangsa Indonesia.
- Sebagai identitas dan ciri khas dari suatu suku dan daerah.
- Menimbulkan keakraban dalam berkomunikasi.
Dampak Negatif :
- Bahasa daerah yang satu sulit dipahami oleh daerah lain.
- Warga negara asing yang ingin belajar bahasa Indonesia menjadi kesulitan karena terlalu banyak kosakata.
- Masyarakat menjadi kurang paham dalam menggunakan bahasa Indonesia yang baku karena sudah terbiasa menggunakan bahasa daerah.
- Dapat menimbulkan kesalahpahaman.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar